Tradisi Tinggalkan Sandal Demi Bertemu Jodoh di Pantai Sandal Jodoh
Tradisi cinta di tempat wisata menjadi suatu keunikan sendiri yang mengundang banyak wisatawan untuk berlibur sekaligus ikut melakukan tradisi cinta yang ada di sana. Salah satu tradisi cinta populer di tempat wisata adalah mengunci gembok pada sebuah pagar khusus. Di Indonesia, ada banyak tempat gembok cinta misalnya Jembatan Repo Repo di Kutai Kartanegara, Bridges Restaurant di Ubud atau Dermaga Hati Ancol di Jakarta. Konon, jika mengunci gembok tersebut maka cinta sepasang kekasih bisa langgeng atau agar seseorang yang mengunci gembok dapat segera menemukan jodohnya.
Namun ada yang berbeda dengan tradisi cinta di tempat wisata yang satu ini. Bukan mengunci gembok, tapi wisatawan di Pantai Tapak Paderi, Bengkulu menggunakan sandal jepit sebagai sarana mencapai bertemu jodoh atau 'enteng' jodoh. Bukan gembok yang terkunci, melainkan sandal jepit yang ditinggalkan.
Cerita di Balik Adanya Tradisi Cinta dengan Sandal Jepit
Nah, bagi SoDest yang penasaran mengapa ada tradisi cinta yang menggunakan sandal jepit di Pantai Tapak Paderi ini yaitu berawal dari dari tumpukan sampah di pantai. Saat dibersihkan, ternyata banyak sampah sandal bekas. Lalu suatu hari ada pengunjung pria yang ke Pantai Tapak Paderi untuk mencari sandal milik istrinya yang hanyut saat bermain air di Pantai Jakat - pantai di sebelahnya. Tak disangka, sandalnya ditemukan karena hanyut dan berada di tumpukan sampah yang dikumpulkan oleh nelayan.
Sejak saat itu pengelola pantai menempelkan sandal-sandal bekas ke dinding kayu yang diberi papan nama 'Pantai Sandal Jodoh'. Hal itu dimaksudkan jika wisatawan belum bertemu jodohnya, minimal wisatawan bisa bertemu lagi dengan sandalnya yang hilang saat bermain air di pantai.
Baca juga : Kebumen: Pesona Kota Kecil yang Menyimpan Keindahan Wisata Memukau
Gantungan sandal di pantai ini juga bisa diartikan sebagai sindiran terhadap para wisatawan yang banyak meninggalkan sampah, salah satunya sandal yang terhanyut. Sampah-sampah itu terbawa ombak ke bibir pantai dan membuat pantai menjadi tercemar dan tak elok lagi. Oleh karena itu, para nelayan dan pengelola mengumpulkan sandal-sandal itu dan menyusunnya pada sebuah dinding.
Di sini ada ratusan sandal hanyut yang digantung oleh nelayan ataupun sengaja digantung oleh pasangan yang kasmaran dan menjadi simbol cinta mereka. Sandal yang sengaja digantung oleh wisatawan pasti berpasang-pasangan yang mengartikan bahwa manusia diciptakan untuk memiliki pendamping hidup. Dengan meninggalkan sandal di pantai ini, dipercaya akan segera menemukan jodoh ataupun memiliki hubungan yang langgeng dengan pasangan.
Susunan sandal yang tergantung di dinding bambu seringkali menjadi latar belakang foto. Ratusan sandal yang berwarna-warni tentunya menjadi background yang unik dan bisa banget jadi background foto Instagramable. Selain itu, karena kepopuleran tradisi cinta dengan menggantungkan sandal di pantai ini, akhirnya nama Pantai Tapak Paderi tergeser dan berganti nama menjadi Pantai Sandal Jodoh.
Baca juga : 5 Tempat Menikmati Sunrise Terbaik di Indonesia
Itulah keunikan Pantai Sandal Jodoh di Bengkulu. Bagaimana SoDest, apakah berminat untuk meninggalkan sandal demi bertemu si dia di Pondok Sandal Jodoh, Bengkulu? Yuk, download aplikasi Kreen di Play Store untuk bantu booking penginapan dan perjalananmu selama liburan.
Sumber :
hipwee.com
cnnindonesia.com
merahputih.com