Nurfendi, Dari Lintasan Atletik ke Emas Pertama Indonesia di ASEAN Para Games 2025
Tidak banyak yang tahu bahwa Nurfendi, atlet yang mempersembahkan medali emas pertama bagi Indonesia di ASEAN Para Games 2025, tidak memulai kariernya sebagai pembalap sepeda. Jauh sebelum berdiri di podium tertinggi di Nakhon Ratchasima, Thailand, ia justru mengawali perjalanan sebagai atlet para atletik.
Keputusan untuk beralih cabang olahraga beberapa tahun kemudian menjadi titik balik yang mengubah kariernya. Kini, nama Nurfendi tercatat dalam sejarah sebagai atlet yang membuka perolehan medali emas Indonesia di ASEAN Para Games 2025, sebuah pencapaian yang menjadi awal manis perjalanan kontingen Merah Putih di Thailand.
Awalnya Atletik, Lalu Menemukan Jalan di Para Balap Sepeda
Nurfendi bergabung dengan National Paralympic Committee (NPC) Indonesia pada 2011. Saat itu, ia menekuni cabang olahraga atletik dan menjalani berbagai program pembinaan bersama atlet-atlet lainnya.
Namun, perjalanan kariernya berubah pada 2018 ketika ia memutuskan beralih ke cabang para balap sepeda. Keputusan tersebut bukan tanpa tantangan. Ia harus mempelajari teknik baru, beradaptasi dengan karakter perlombaan, hingga membangun chemistry dengan pilot yang mendampinginya pada nomor tandem.
Meski membutuhkan proses panjang, keputusan tersebut perlahan membuahkan hasil. Nurfendi berkembang menjadi salah satu atlet andalan Indonesia di nomor Men's Individual Time Trial B, kategori yang diperuntukkan bagi atlet tunanetra dengan bantuan seorang pilot.
Emas yang Datang di Luar Prediksi
ASEAN Para Games 2025 menjadi panggung yang mengubah perjalanan karier Nurfendi.
Bersama pilot Mufti Fadilah Salma, ia tampil pada nomor Men's Time Trial B sejauh 31,2 kilometer di Suranaree University of Technology, Thailand.
Menariknya, pasangan Indonesia sebenarnya tidak datang sebagai unggulan utama. Berdasarkan hasil kejuaraan pada Desember 2025, duet Nurfendi dan Mufti masih kalah sekitar 10 detik dari pasangan tuan rumah Thailand, Surachai Yokphanitchakit dan Jetsada.
Bahkan, target yang dipasang sebelum keberangkatan hanyalah medali perak. Namun olahraga selalu menyimpan kejutan. Dalam perlombaan yang sesungguhnya, Nurfendi dan Mufti tampil jauh lebih solid. Mereka menyelesaikan lomba dengan catatan waktu 41 menit 59,763 detik, sekaligus mengungguli pasangan Thailand yang finis lebih dari 10 detik di belakang mereka.
Kunci Sukses Ada pada Kepercayaan
Nomor balap sepeda tandem tidak hanya mengandalkan kekuatan fisik. Hubungan antara atlet dan pilot menjadi faktor yang sangat menentukan.
Dalam kategori B, pilot bertugas mengatur ritme kayuhan, memberikan instruksi, membaca kondisi lintasan, sekaligus menjaga koordinasi sepanjang perlombaan.
Meski baru dipasangkan sejak Agustus 2025, Nurfendi dan Mufti mampu membangun kepercayaan yang kuat dalam waktu relatif singkat. Kekompakan itulah yang akhirnya menjadi salah satu faktor penting di balik keberhasilan mereka merebut medali emas.
Tangis haru pun pecah sesaat setelah keduanya menyentuh garis finis. Bukan hanya karena berhasil menjadi juara, tetapi juga karena mampu melampaui ekspektasi yang sebelumnya dipasang.
Pembuka Langkah Gemilang Indonesia
Emas dari Nurfendi memiliki arti yang jauh lebih besar daripada sekadar kemenangan individu.
Medali tersebut menjadi emas pertama Indonesia pada ASEAN Para Games 2025 dan langsung membangkitkan kepercayaan diri seluruh kontingen Merah Putih.
Momentum itu menjadi awal dari perjalanan impresif Indonesia sepanjang kompetisi. Hingga penutupan, kontingen Merah Putih berhasil mengoleksi 135 medali emas, melampaui target awal sebanyak 82 emas dan menempati posisi runner-up klasemen akhir ASEAN Para Games 2025.
Bukti Bahwa Keputusan Besar Bisa Mengubah Masa Depan
Perjalanan Nurfendi menunjukkan bahwa keberhasilan sering kali berawal dari keberanian mengambil keputusan penting.
Pindah dari atletik ke para balap sepeda tentu bukan langkah mudah. Ia harus memulai proses pembelajaran dari awal, beradaptasi dengan teknik baru, hingga menghadapi persaingan yang semakin ketat.
Namun justru dari keputusan itulah lahir salah satu pencapaian terbesar dalam kariernya.
Kini, Nurfendi tidak hanya dikenal sebagai atlet para balap sepeda Indonesia. Ia juga dikenang sebagai sosok yang membuka jalan kemenangan Indonesia di ASEAN Para Games 2025 melalui medali emas pertama yang menjadi simbol semangat, kerja keras, dan pantang menyerah.
Prestasinya menjadi inspirasi bahwa setiap perubahan selalu membawa peluang baru. Dengan keberanian untuk keluar dari zona nyaman, latihan yang konsisten, serta kepercayaan kepada rekan setim, Nurfendi membuktikan bahwa mimpi besar dapat diwujudkan dan bahkan melampaui ekspektasi.
Ikuti terus update seputar dunia sports di sini!
Baca Juga
NPC Indonesia Sambut Positif Kehadiran Kategori Disabilitas di Kapolri Cup 2026
Indonesia Raih 16 Medali di World Para Athletics Grand Prix 2026
Yovan Rate Azis: Atlet Brebes Yang Sukses Raih Emas Para Judo di ASEAN Para Games 2025