Modal Minimal, Untung Maksimal
Kreen bersama dengan Karyanoesantara.id mengadakan webinar UMKM Talks 40 mengenai pengembangan bisnis dengan minim modal pada Jum’at siang (14/1/2022). Webinar dipandu oleh moderator yaitu kak Cinthya Lorene dan dilengkapi oleh beberapa pemateri yaitu kak Galang Prakasa selaku founder Hands on Business dan kak Rachmat Anggara selaku Co-founder & President Qasir.id.
Berdasarkan survei, kegagalan usaha disebabkan oleh beberapa alasan diantaranya sebesar 42% para perintis start-up mereka belum bisa memenuhi kebutuhan pasar, konsep bisnis yang dibuat berdasarkan pada kesukaan tetapi kurang melakukan riset. Lalu alasan kedua sebesar 29% para pemula ini kehabisan dana.
Terdapat beberapa tips dalam mengatasi kekurangan modal diantaranya adalah pembiayaan atau pinjaman.
“Hal terpenting dlaam mengambil pinjaman adalah komitmen dalam membayar, baik usaha kita lagi naik, penjualan turun bahkan sampai tutup kita tetap harus bertanggung jawab, tetapi aku menyarankan ini dilakukan jangan dilakukan saat awal bisnis.” Ujar kak Angga.
Hal yang selanjutnya dilakukan adalah investment diantaranya adalah pembagian saham, bagi hasil dengan para partner yang memiliki modal, tetapi kita tetap harus bertanggung jawab juga secara berkelanjutan dengan memberikan laporan secara teratur.
Cara terakhir yaitu para pemula dapat mencoba usaha yang non-modal, salah satunya adalah sistem penjualan dropship maupun consultant. Sistem ini lebih fokus pada jasa.
Kak Angga juga menjelaskan mengenai PTM (Planning, Tracking dan Monitoring). Dalam menyusun planning kita perlu set up goals perusahaan setidaknya untuk 2-5 tahun ke depan. Selanjutnya terdapat tracking dimana men-tracker pencapaian untuk semua metriks yang sudah dibuat terhadap target yang sudag diplan sebelumnya.
“Kebanyakan kelemahan dari berbagai perusahaan yang aku temui adalah planning, ketika ditanya pasti dominan menjawab dijalani saja terlebih dahulu.” Ujar kak Angga.
Selain itu, perlu juga dilakukannya monitoring. Sebuah usaha perlu adanya dashboard yang berfungsi untuk memonitor atau memantau semua pencapaian dan berguna untuk menyusun strategi selanjutnya.
Kak Galang juga menyampaikan seorang entrepreneurship memiliki mindset action oriented yang dimana memiliki prinsip see and do, mindset ini melihat bahwa risiko bukanlah sesuatu untuk dihindari.
Selain itu terdapat perlu juga berpikir simpel yang dimana dalam melihat persoalan dengan jernih dan menyelesaikan permasalahn secara bertahap serta memiliki integritas dalam mencari peluang.
Tak tertinggal juga perlunya networking yang melibatkan kemampuan orang lain dalam mewujudkan peluang.
Dalam menyiasati keterbatasan modal, kak Galang juga menyampaikan kita bisa melakukan beberapa cara yaitu dengan menggunakan sistem pre-order, mengikuti lomba usaha rintisan, bergabung dalam komunitas, mencari investor serta pinjaman bank.
Pengelolaan modal dalam usaha juga perlu dilakukan, diantaranya adalah memisahkan rekening pribadi dan untuk usaha serta membuat laporan keuangan dan laba rugi secara detail.
“Laba rugi ini perlu juga ditracking juga, meskipun hanya rugi 200 perak atau dua ribu tetap harus dicatat, bayangkan kalau kerugian yang kita anggap sepele itu terjadi sebanyak dua puluh kali? Kan itu angka yang cukup besar.” Tambah kak Galang.
Konsultasi dengan mentor juga bisa dilakukan dalam merintis usaha serta mengurangi berutang.
“Mentor ini tidak harus mentor yang expert dan sebenarnya tidak sulit dicari. Saat ini sudah banyak mentor online dan motivator-motivator di luar sana.” Ujarnya.
Setelah sesi presentasi, pak Danny selaku Account Manager KARTARA memperkenalkan KARTARA pada sesi sebelum pertanyaan.
Baca Juga
myBCA Indonesia Comic Con x Indonesia Anime Con 2025 Siap Digelar di Jakarta, Wujudkan Kolaborasi Dunia Pop Culture
FLEI BUSINESS SHOW 2024 : Platform peluang bisnis dan Waralaba di tengah Target pertumbuhan ekonomi 8%