Mengenal Pantai Tureloto, 'Laut Mati' Versi Indonesia di Nias
Jika SoDest berkunjung ke Sumatra Utara, tidak ada salahnya untuk mampir ke Pulau Nias. Pulau ini menjadi salah satu kawasan di Indonesia yang menyimpan banyak keindahan alam. Banyak pantai cantik dan eksotis yang bisa dijumpai di pulau ini dan patut untuk dieksplor.
Salah satunya adalah Pantai Tureloto yang dianggap sebagai laut mati versi Indonesia. Tak hanya memiliki keindahan khas bahari, layaknya pantai mati yang berada di Israel, di sini SoDest juga bisa mengapung di atas permukaan laut. Bagi SoDest yang penasaran, yuk simak ulasan lengkapnya di bawah ini.
Baca juga : 6 Rekomendasi Pantai Hits di Balikpapan untuk Para Kawula Muda!
Pantai Tureloto yang berada di Pulau Nias dikenal sebagai laut mati versi Indonesia. Di sini, SoDest bisa menikmati panorama laut yang langsung berhadapan dengan Samudera Hindia. Meski begitu, pantai ini tergolong berombak landai walaupun berhadapan langsung dengan Samudera Hindia yang terkenal memiliki ombak besar. Hal ini dikarenakan adanya gugusan karang yang berada di beberapa ratus meter dari bibir pantai yang berjajar menyerupai sebuah benteng sebagai pemecah ombak sehingga menjadikan ombak yang datang akan landai. Di sisi lain, keindahan pasir putih dan bersihnya menjadi andalan utama pantai ini.
Sebagai informasi lain, Pantai Tureloto awalnya adalah sebuah pantai biasa dengan pasir yang ada pada umumnya. Namun, setelah peristiwa gempa bumi akhir 2004 menjadikan wajah pantai ini menjadi hamparan karang di antara putihnya pasir pantai sehingga menambah keeksotisannya.
Pantai Tureloto ini memang sangat unik, selain air lautnya yang tenang, air di pantai ini ternyata juga mengandung kadar garam yang sangat sangat tinggi. Oleh karena itu lah, pengunjung yang berenang di sini bisa mengapung dengan mudahnya. Meski tidak bisa berenang, cukup dengan berdiam diri saja, maka tubuh akan mengapung dengan sendirinya.
Waktu yang tepat menyambangi pantai ini adalah siang hari, karena keindahan warna biru laut yang biru dan pasir putih halus yang berkilauan menjadi perpaduan indah yang memesona mata. Batuan karang yang terhampar dan besar memiliki bentuk unik pula. Ada yang menyerupai bentuk otak manusia sehingga beberapa masyarakat sekitar menyebutnya dengan Batu Otak.
Menariknya, hampir semua wisata pantai di Pulau Nias tergolong gratis. Untuk parkir pun SoDest tidak perlu mengeluarkan uang. Tetapi sesuai dengan biaya yang minim, di sini SoDest gak akan menemukan penjaga pantai. Meski demikian, SoDest masih bisa menemukan fasilitas perahu yang disediakan oleh warga sekitar untuk para pengunjung yang ingin snorkeling dan mengitari bebatuan karang.
Sumber :
merdeka.com
regional.kompas.com
travel.kompas.com
superlive.id