Mengenal Budaya Kota Tegal Melalui 5 Tradisi Unik Berikut Ini
Kota Tegal merupakan kota yang sering menjadi persinggahan, karena terletak di jalur Pantai Utara atau Pantura Jawa Tengah. Namun, Sobat Destination harus sesekali mencoba mencari penginapan dan bermalam di Tegal, maka kamu akan menemukan sisi lain kota yang kerap terlewatkan.
Nama kota ini berasal dari kata tegalan atau tetegil, yang berarti ladang. Dari sebuah desa yang dulu dibawahi trah Kerajaan Pajang. Ternyata Kota Tegal mempunyai tradisi yang unik lho Sobat Destination, yuk simak ulasannya berikut ini.
1. Tradisi Mutih Pada Calon Pengantin Wanita

Sumber: blog.meenistry.com
Tradisi ini hanya dilaksanakan oleh calon pengantin Wanita. Biasanya calon pengantin tidak diperbolehkan menyantap lauk pauk yang enak, melainkan hanya boleh makan nasi putih dan tahu yang belum di goreng.
Puasa mutih biasa dilakukan oleh para leluhur jawa terdahulu untuk menghilangkan nafsu-nafsu buruk yang dapat menjauhkan diri dari segala kebaikan. Ternyata puasa mutih juga punya manfaat baik bagi kesehatan lho, seperti menurunkan berat badan, peningkatan sistem kekebalan tubuh, meningkatkan fungsi otak, dan menjadi tidak cepat lapar.
2. Tradisi Prepegan Sebelum Lebaran

Sumber: facebook.com/infotegal
Warga kota Tegal biasanya akan menyambut lebaran dengan tradisi prepegan. Biasanya sehari menjelang Lebaran, masyarakat Kota Tegal akan berbondong-bondong ke pasar dengan berjalan kaki untuk berbelanja berbagai kebutuhan untuk menjamu tamu. Selama prepegan, pasar sangat sibuk bahkan berdesak-desakan.
3. Minum Teh Poci Bersama

Sumber: kabartravel.id
Mampir ke Tegal, jangan sampai melewatkan teh poci. Sering disebut dengan moci, tradisi ngeteh ini sudah berlangsung sejak lama. Penduduk setempat biasanya moci saat sarapan atau sore hari, ditemani jajanan ringan seperti tahu aci, atau juga dilakukan pada saat acara besar dan perayaan penting.
Teh disajikan dalam pot tanah liat dan set cangkir. Daun teh kering wangi melati diseduh dengan air mendidih. Lalu, masukkan gula batu ke dalam cangkir.
4. Sintren

Sumber: kabartravel.id
Seni tari Sintren tradisional cukup populer di masyarakat pesisir utara Pulau Jawa, seperti Tegal, Indramayu, Cirebon, Brebes, dan Pekalongan. Nuansa magis, tarian ini menggambarkan kisah cinta tak berizin Sulasih dan Raden Sulandono. Namun, keduanya dipertemukan kembali di alam gaib oleh Dewi Lanjar, ibu Sulandono.
Berawal dari cerita ini, saat Sintren digelar, penari yang masih suci itu kerap dirasuki arwah bidadari Dewi Lanjar, setelah pawang membacakan mantra. Selain itu, alat musik yang terbuat dari gerabah dan kipas bambu menghasilkan suara khas yang membuat pertunjukan semakin menarik.
Menarik sekali kan Sobat Destination? Yuk ikut jalan-jalan online ke Tegal bersama kami pada Rabu, 30 Maret 2022. GRATIS! Ada doorprize juga loh.

Kamu bisa daftar di aplikasi KREEN, atau klik link ini ya Daftar.
Sumber:
kabartravel.id