Terkini
NPC Indonesia Sambut Positif Kehadiran Kategori Disabilitas di Kapolri Cup 2026 Indonesia Raih 16 Medali di World Para Athletics Grand Prix 2026 Road to the Crown Dimulai! Miss Universe 2026 Resmi Umumkan Jadwal Final dan Rangkaian Agenda Utama Supramodel of the Year Miss Supranational 2026, Deretan Finalis Favorit Tampil Memukau Optik Melawai Vision Run 2026: Ajang Lari yang Mengajak Pelari Menatap Finish Line Lebih Jelas Kathrine Switzer: Wanita yang Mengubah Sejarah Lari Dunia Ksatria Fest 3.0 Satukan Tradisi dan Kreativitas Lewat Konsep TradiPop, Dukungan Publik Bersama Kreen Indonesia Voting Digital Terpercaya Grand Final Model Wisata Indonesia 2026 Angkat Talenta Muda Promosikan Pariwisata Nusantara, Voting Juara Favorit Didukung Kreen Indonesia NPC Indonesia Sambut Positif Kehadiran Kategori Disabilitas di Kapolri Cup 2026 Indonesia Raih 16 Medali di World Para Athletics Grand Prix 2026 Road to the Crown Dimulai! Miss Universe 2026 Resmi Umumkan Jadwal Final dan Rangkaian Agenda Utama Supramodel of the Year Miss Supranational 2026, Deretan Finalis Favorit Tampil Memukau Optik Melawai Vision Run 2026: Ajang Lari yang Mengajak Pelari Menatap Finish Line Lebih Jelas Kathrine Switzer: Wanita yang Mengubah Sejarah Lari Dunia Ksatria Fest 3.0 Satukan Tradisi dan Kreativitas Lewat Konsep TradiPop, Dukungan Publik Bersama Kreen Indonesia Voting Digital Terpercaya Grand Final Model Wisata Indonesia 2026 Angkat Talenta Muda Promosikan Pariwisata Nusantara, Voting Juara Favorit Didukung Kreen Indonesia
Kreen Media
Running

Kathrine Switzer: Wanita yang Mengubah Sejarah Lari Dunia

K
Kreen Media
29 July 2026 1 menit baca
Kathrine Switzer: Wanita yang Mengubah Sejarah Lari Dunia

Sumber Foto : https://id.pinterest.com/pin/262897696981967133/ 

Saat ini, melihat ribuan wanita mengikuti marathon adalah hal yang biasa.

Di event-event besar, jumlah peserta wanita bahkan bisa mendekati jumlah peserta pria. Namun, kondisi ini sangat berbeda jika kita melihat dunia lari pada tahun 1960-an.

Pada masa itu, banyak orang percaya bahwa wanita tidak mampu berlari jarak jauh. Bahkan ada anggapan bahwa marathon terlalu berbahaya bagi tubuh wanita. Akibatnya, kesempatan perempuan untuk mengikuti lomba lari jarak jauh sangat terbatas.

Di tengah kondisi tersebut, muncul seorang wanita bernama Kathrine Switzer yang kemudian mengubah sejarah olahraga selamanya.

Pada tahun 1967, Switzer yang saat itu berusia 20 tahun mendaftar untuk mengikuti Boston Marathon menggunakan nama "K.V. Switzer", sebagaimana ia biasa menandatangani namanya. Karena formulir pendaftaran saat itu tidak mencantumkan aturan mengenai gender, pendaftarannya diterima secara resmi.

Saat lomba berlangsung, beberapa kilometer setelah start, seorang ofisial lomba bernama Jock Semple menyadari bahwa peserta bernomor dada 261 adalah seorang wanita. Ia berusaha menghentikan Switzer dan mencoba merobek nomor pesertanya sambil menyuruhnya keluar dari lomba. Momen tersebut berhasil diabadikan oleh fotografer dan menjadi salah satu foto paling ikonik dalam sejarah olahraga.

Namun Switzer tidak berhenti.

Dengan dukungan pelatih dan rekan-rekannya, ia terus berlari hingga menyelesaikan marathon dalam waktu sekitar 4 jam 20 menit. Keberhasilannya membuktikan bahwa wanita mampu menempuh jarak marathon sama seperti pria.

Ironisnya, setelah kejadian tersebut, organisasi atletik saat itu justru memperketat aturan yang melarang wanita berkompetisi bersama pria dalam lomba lari jarak jauh. Tetapi tekanan publik dan perjuangan para pelari wanita terus berkembang. Akhirnya pada tahun 1972, wanita secara resmi diizinkan mengikuti Boston Marathon.

Perjuangan Switzer tidak berhenti di sana.

Ia terus mengampanyekan kesetaraan dalam olahraga dan membantu memperluas kesempatan bagi perempuan untuk berlari di seluruh dunia. Melalui berbagai program dan kompetisi internasional, ia menjadi salah satu tokoh penting yang mendorong lahirnya nomor marathon wanita di Olimpiade, yang akhirnya resmi dipertandingkan pada tahun 1984.

Menariknya, hubungan antara Switzer dan Jock Semple juga berubah seiring waktu. Setelah bertahun-tahun berlalu, Semple mengubah pandangannya terhadap perempuan dalam olahraga dan akhirnya mendukung partisipasi wanita dalam marathon. Keduanya bahkan berdamai dan menjalin hubungan pertemanan.

Hari ini, nomor dada 261 yang dikenakan Switzer telah menjadi simbol keberanian dan pemberdayaan perempuan di dunia lari. Kisahnya bukan hanya tentang menyelesaikan 42 kilometer, tetapi tentang menembus batas sosial yang selama bertahun-tahun dianggap tidak mungkin.

Karena itu, setiap kali kita melihat ribuan wanita berdiri di garis start sebuah race, ada jejak perjuangan Kathrine Switzer di balik pemandangan tersebut.

Ia tidak hanya menyelesaikan sebuah marathon.

Ia membantu membuka jalan bagi jutaan perempuan untuk berlari.

Sumber

Topik
Kathrine Switzer Boston Marathon 1967 sejarah lari wanita pelari wanita pertama marathon nomor 261 women running history