Hikmat Ramdani dan Leani Ratri Oktila Persembahkan Emas Pertama Indonesia di Paralimpiade Paris 2024
Indonesia akhirnya meraih medali emasnya di tahun 2024, dimana prestasi ini datang dari raket dua atlet yang membuktikan bahwa keterbatasan fisik tidak pernah menjadi batas untuk berprestasi di panggung dunia.
Final yang Menguras Emosi
Pasangan ganda campuran Indonesia Hikmat Ramdani dan Leani Ratri Oktila begitu emosional setelah memastikan medali emas usai memenangkan final para bulu tangkis nomor ganda campuran klasifikasi SL3-SU5 Paralimpiade Paris 2024. Kemenangan diraih atas rekan senegara Fredy Setiawan dan Khalimatus Sadiyah di Porte de la Chapelle Arena, Paris, pada Senin siang WIB.
Hikmat dan Leani menang dua set langsung dengan skor 21-16 dan 21-15, menciptakan All Indonesian Final yang sekaligus memastikan medali emas dan perak untuk kontingen Indonesia dalam satu pertandingan.
Air Mata di Balik Kemenangan
Kemenangan ini bukan sekadar soal angka di papan skor. Leani Ratri Oktila tak bisa menahan tangis usai pertandingan. Ia merasa gembira sekaligus sedih karena harus mengalahkan Khalimatus rekan yang sebelumnya bersama dirinya meraih emas ganda putri di Paralimpiade Tokyo 2020. Pada Paralimpiade Paris ini, nomor ganda putri tidak dipertandingkan, sehingga keduanya justru berhadapan sebagai lawan.
Leani mengungkapkan bahwa bermain melawan sesama rekan Indonesia terasa lebih berat secara mental. Namun di sisi lain, ia bersyukur bisa kembali tampil di performa terbaiknya sebuah pencapaian yang tidak mudai mengingat ia baru saja melewati masa pemulihan pascamelahirkan sebelum ajang ini dimulai.
Pilihan Berani: Merekrut Hikmat yang Masih Muda
Di balik medali emas itu ada sebuah keputusan krusial yang Leani buat jauh sebelum Paris. Ia memilih Hikmat Ramdani atlet muda yang kala itu baru mulai berani tampil di level tinggi sebagai partner barunya. Leani mengaku bertekad kembali bersaing dan yakin bahwa ambisi besar Hikmat yang masih muda akan menjadi kekuatan tersendiri bagi pasangan ini.
Keputusan itu terbukti tepat. Sebelum Paralimpiade Paris, Hikmat dan Leani sudah membangun chemistry yang solid lewat serangkaian kompetisi internasional termasuk memenangkan emas di Spanish Para Badminton International 2023, FOX'S Indonesia Para Badminton International 2023, dan ASEAN Para Games 2023.
Sejarah 41 Tahun yang Akhirnya Tercipta
Prestasi medali emas di Paralimpiade Paris ini menjadi catatan sejarah baru bagi tim paralimpiade Indonesia setelah 41 tahun lamanya. Raihan emas pertama ini, ditambah dua perak dan satu perunggu yang juga datang dari cabang para bulu tangkis, membuat posisi Indonesia di klasemen perolehan medali melompat 19 peringkat dari urutan ke-47 naik ke posisi ke-28.
Apresiasi Negara dan Harapan yang Lebih Besar
Atas prestasi bersejarah ini, pasangan Hikmat dan Leani menerima bonus senilai Rp6 miliar dari Presiden Joko Widodo yang diserahkan langsung di halaman Istana Merdeka, Jakarta.
Leani berharap pencapaian ini bisa menjadi inspirasi nyata bagi para penyandang disabilitas di seluruh Indonesia untuk terus berani bermimpi dan berprestasi.
Dan perjalanan mereka belum berhenti. Pada Kejuaraan Dunia Para Bulu Tangkis 2026 di Bahrain, Leani dan Hikmat kembali membuktikan dominasi mereka dengan meraih emas ganda campuran kategori SL3-SU5, mengalahkan wakil China dua set langsung. Hadiah prestasi membanggakan ini berawal dari dua nama, satu raket, satu bendera dan terus menulis sejarah untuk Indonesia, dan membuktikan bahwa keterbatasan tidak membuat seseorang menjadi merasa menyerah akan mimpinya justru malah lebih terpacu untuk menggapainya.
Ikuti terus update seputar dunia sport di sini!
Baca Juga
NPC Indonesia Sambut Positif Kehadiran Kategori Disabilitas di Kapolri Cup 2026
Indonesia Raih 16 Medali di World Para Athletics Grand Prix 2026
Yovan Rate Azis: Atlet Brebes Yang Sukses Raih Emas Para Judo di ASEAN Para Games 2025