Fauzi Purwolaksono, Petugas Kebersihan Peraih Emas ASEAN Para Games 2025
Sumber: https://rri.co.id/pontianak/features/2146504/privacy.html
Dari Jalanan Kubu Raya ke Podium Juara ASEAN Para Games
Prestasi membanggakan kembali ditorehkan atlet para atletik Indonesia. Fauzi Purwolaksono sukses mempersembahkan medali emas untuk Merah Putih pada ajang ASEAN Para Games Thailand 2025. Namun, di balik keberhasilannya berdiri di podium juara, tersimpan kisah perjuangan seorang petugas kebersihan yang tidak pernah menyerah mengejar mimpi.
Atlet asal Kubu Raya, Kalimantan Barat, tersebut berhasil menjadi yang terbaik pada nomor Men’s Javelin F57 setelah mencatatkan lemparan sejauh 43,77 meter. Hasil tersebut mengantarkan Fauzi meraih medali emas sekaligus memperkuat dominasi Indonesia pada cabang olahraga para atletik.
Keberhasilan itu bukan sekadar kemenangan biasa. Bagi Fauzi, medali emas tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan fisik tidak pernah menjadi penghalang untuk meraih prestasi di tingkat internasional.
Sapu Bersih Tiga Medali untuk Indonesia
Dalam gelaran ASEAN Para Games Thailand 2025, Fauzi tampil impresif dengan menyumbangkan medali pada tiga nomor berbeda. Selain emas dari nomor lempar lembing, ia juga berhasil menambah koleksi medali Indonesia melalui nomor tolak peluru dan lempar cakram.
Capaian tersebut semakin mengukuhkan namanya sebagai salah satu atlet para atletik terbaik Indonesia. Bahkan, prestasi emas di nomor lempar lembing menjadi raihan ketiga secara beruntun yang berhasil diraihnya pada ajang ASEAN Para Games.
Konsistensi yang ditunjukkan Fauzi menjadi bukti bahwa dirinya masih menjadi salah satu andalan Indonesia dalam kompetisi olahraga disabilitas tingkat Asia Tenggara.
Sempat Demam Sebelum Bertanding
Di balik raihan prestasi gemilang tersebut, Fauzi mengaku harus menghadapi tantangan yang tidak mudah. Menjelang pertandingan nomor tolak peluru, kondisi kesehatannya sempat menurun akibat demam dan sakit tenggorokan.
Meski tidak berada dalam kondisi terbaik, ia tetap memaksakan diri untuk bertanding demi memberikan yang terbaik bagi Indonesia. Usahanya tidak sia-sia karena masih mampu menyumbangkan medali bagi kontingen Merah Putih.
Mental juara dan semangat pantang menyerah menjadi kunci utama yang membuat Fauzi mampu bertahan di tengah berbagai kendala yang dihadapi selama kompetisi berlangsung.
Kecelakaan yang Mengubah Jalan Hidupnya
Tidak banyak yang mengetahui bahwa Fauzi awalnya merupakan atlet non-disabilitas. Sejak duduk di bangku sekolah dasar, ia sudah aktif menekuni dunia olahraga.
Namun, sebuah kecelakaan pada tahun 2006 mengubah hidupnya secara drastis. Insiden tersebut menyebabkan kaki kanannya mengalami kerusakan serius dan membuatnya harus menjalani kehidupan sebagai penyandang disabilitas.
Alih-alih menyerah pada keadaan, Fauzi justru menjadikan musibah tersebut sebagai titik balik untuk bangkit. Ia kemudian bergabung dengan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kalimantan Barat dan mulai meniti karier sebagai atlet para atletik.
Keputusan itu terbukti tepat. Bertahun-tahun kemudian, namanya berhasil dikenal sebagai salah satu atlet para atletik Indonesia yang mampu bersaing di level internasional.
Tetap Bekerja Sebagai Petugas Kebersihan
Kisah Fauzi semakin menginspirasi karena kehidupannya jauh dari kemewahan. Selama lebih dari satu dekade, ia bekerja sebagai petugas kebersihan di Kabupaten Kubu Raya.
Setiap hari, Fauzi menjalankan tugas membersihkan lingkungan dan mengangkut sampah demi memenuhi kebutuhan hidup. Hingga saat ini, status pekerjaannya masih sebagai tenaga lepas.
Meski telah berulang kali mengharumkan nama Indonesia melalui berbagai kejuaraan internasional, ia tetap menjalani pekerjaannya dengan penuh tanggung jawab.
Fauzi berharap prestasi yang telah diraihnya dapat menjadi perhatian pemerintah, khususnya terkait kepastian karier dan kesejahteraan atlet disabilitas yang telah mengharumkan nama daerah maupun negara.
Bidik Asian Para Games Nagoya 2026
Setelah sukses di ASEAN Para Games Thailand 2025, Fauzi kini mengalihkan fokusnya menuju Asian Para Games yang akan digelar di Nagoya, Jepang.
Ia siap kembali menjalani program Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) demi mempersiapkan diri menghadapi persaingan yang lebih ketat di tingkat Asia.
Dengan pengalaman dan prestasi yang dimiliki, Fauzi optimistis mampu kembali memberikan kontribusi terbaik bagi Indonesia.
Pesan Inspiratif untuk Penyandang Disabilitas
Bagi Fauzi, prestasi bukan hanya soal medali. Ia ingin menjadi inspirasi bagi penyandang disabilitas di seluruh Indonesia agar terus percaya pada kemampuan diri sendiri.
Menurutnya, keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi. Dengan kerja keras, disiplin, dan kemauan yang kuat, setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk meraih kesuksesan.
"Jangan pernah malu dengan keadaan diri sendiri. Tetap semangat, terus berkarya, dan buktikan bahwa kita juga bisa berprestasi," pesan Fauzi.
Perjalanan hidup Fauzi Purwolaksono menjadi bukti nyata bahwa semangat dan tekad mampu mengubah keterbatasan menjadi prestasi yang membanggakan bangsa.
Ikuti terus update seputar dunia sport di sini!
Baca Juga
NPC Indonesia Sambut Positif Kehadiran Kategori Disabilitas di Kapolri Cup 2026
Indonesia Raih 16 Medali di World Para Athletics Grand Prix 2026
Yovan Rate Azis: Atlet Brebes Yang Sukses Raih Emas Para Judo di ASEAN Para Games 2025