Fakta Sejarah Kuliner Khas Palembang dari Kerajaan Sriwijaya Sampai Saat Ini
Palembang dikenal sebagai kota dengan sejuta sejarah, di mana tidak hanya tempat sejarah yang dijadikan destinasi wisata unggulan. Tapi, kuliner khas Kota Palembang pun menjadi pelengkap bagi wisatawan untuk menjelajahi kota tersebut. Namun, apakah kamu tahu? Ternyata, salah satu kuliner khas Kota Palembang, ada yang sudah eksis sejak zaman Kerajaan Sriwijaya lho! Dan sampai saat ini, kuliner tersebut menjadi simbol kuliner Kota Palembang.
Yap! Nama kuliner tersebut adalah pempek atau dikenal dengan nama kelesan pada zaman Kerajaan Sriwijaya. Kelesan pada masa Kerajaan Sriwijaya, terbuat dari sagu asli atau pohon sagu, bukan tapioka yang biasa digunakan saat ini. Dulunya, kelesan merupakan sajian yang sering disajikan pada saat upacara adat dan merupakan makanan favorit Datu Sriwijaya, karena Datu hanya ingin makan sagu, dan kelesanlah yang menjadi pilihannya. Dinamakan kelesan, karena makanan ini memang bisa ‘dikeles’ atau disimpan dalam waktu lama.
Pada awal tahun 1900-an, ada seorang pedagang kelesan kuturnan Cina yang akrab dipanggil Apek, yakni sebutan untuk laki-laki Tionghoa yang sudah berusia lanjut. Apek menjual kelesan dengan cara berkeliling dari satu daerah ke daerah lainnya di Palembang. Lama-kelamaan, kelesan yang dijual Apek pun dikenal luas. Banyak dari para pembeli akan memanggil Apek dengan panggilan, “Pek, Empek”, yakni kependekan dari nama Apek. Itulah kenapa, kelesan pun dikenal dengan sebutan pempek.
Selanjutnya, ada martabak HAR khas Palembang yang sudah ada sejak tahun 1947. Disebut HAR, karena merupakan singkatan dari nama pemiliknya, yaitu Haji Abdul Rozak. Martabak HAR adalah salah satu makanan yang berasal dari percampuran dua budaya, yaitu Melayu dan India. Di mana, kata martabak itu sendiri berasal dari kata Motabbag, yang berarti lipatan. Ukuran dari martabak HAR lebih kecil dari martabak telur biasanya, dan juga memiliki kuah yang kental, yaitu berupa kari daging.
Kemudian, ada mie celor khas Palembang yang merupakan makanan yang berasal dari percampuran dua budaya, yaitu Melayu dan Cina. Pembuatan olahan mie ini melalui proses pencelupan air mendidih agar tekstur mie lebih lembut sebelum disajikan dengan kaldu, itulah kenapa dinamakan ‘celor’ yang dalam bahasa Palembang adalah dicelup-celupkan. Mie celor ini berukuran besar, dengan disiram kuah kaldu udang, lalu diberi kecambah dan irisan telur rebus.
Hhmm, so yummy! Itulah 3 kuliner khas Palembang, di mana salah satunya sudah ada sejak zaman Kerajaan Sriwijaya. Tidak hanya tempat bersejarah yang menjadi simbol Kota Palembang, tapi kulinernya pun juga merupakan bagian dari sejarah kota tersebut. Jadi, buat SoDestKreen yang memiliki planning untuk menjelajahi Kota Palembang, wajib mencoba 3 kuliner ini ya! Dan jangan lupa untuk download aplikasi KREEN di Play Store, atau klik link di bawah ini …
https://play.google.com/store/apps/details?id=id.kreen.android.app
Source:
idntimes.com
genpi.co
https://bobo.grid.id/read/08680107/martabak-har-dari-palembang
Presentasi Webinar Kreen Destination Series: Visit Ancient Heritages of Palembang