Terkini
NPC Indonesia Sambut Positif Kehadiran Kategori Disabilitas di Kapolri Cup 2026 Indonesia Raih 16 Medali di World Para Athletics Grand Prix 2026 Road to the Crown Dimulai! Miss Universe 2026 Resmi Umumkan Jadwal Final dan Rangkaian Agenda Utama Supramodel of the Year Miss Supranational 2026, Deretan Finalis Favorit Tampil Memukau Optik Melawai Vision Run 2026: Ajang Lari yang Mengajak Pelari Menatap Finish Line Lebih Jelas Kathrine Switzer: Wanita yang Mengubah Sejarah Lari Dunia Ksatria Fest 3.0 Satukan Tradisi dan Kreativitas Lewat Konsep TradiPop, Dukungan Publik Bersama Kreen Indonesia Voting Digital Terpercaya Grand Final Model Wisata Indonesia 2026 Angkat Talenta Muda Promosikan Pariwisata Nusantara, Voting Juara Favorit Didukung Kreen Indonesia NPC Indonesia Sambut Positif Kehadiran Kategori Disabilitas di Kapolri Cup 2026 Indonesia Raih 16 Medali di World Para Athletics Grand Prix 2026 Road to the Crown Dimulai! Miss Universe 2026 Resmi Umumkan Jadwal Final dan Rangkaian Agenda Utama Supramodel of the Year Miss Supranational 2026, Deretan Finalis Favorit Tampil Memukau Optik Melawai Vision Run 2026: Ajang Lari yang Mengajak Pelari Menatap Finish Line Lebih Jelas Kathrine Switzer: Wanita yang Mengubah Sejarah Lari Dunia Ksatria Fest 3.0 Satukan Tradisi dan Kreativitas Lewat Konsep TradiPop, Dukungan Publik Bersama Kreen Indonesia Voting Digital Terpercaya Grand Final Model Wisata Indonesia 2026 Angkat Talenta Muda Promosikan Pariwisata Nusantara, Voting Juara Favorit Didukung Kreen Indonesia
Kreen Media
Education

Dari Kota Kendari ke Kota Putih, Adana: Kisah Iqbal Mengajar Bahasa Inggris di Tanah Turki

K
Kreen Media
20 November 2024 1 menit baca
Dari Kota Kendari ke Kota Putih, Adana: Kisah Iqbal Mengajar Bahasa Inggris di Tanah Turki

Makassar, 19 November 2024 – Di tengah meningkatnya antusiasme warga Indonesia untuk berbagi pengetahuan ke luar negeri, cerita inspiratif datang dari Muhammad Iqbal Tawakkal Nur, atau yang akrab disapa Iqbal. Warga Kota Kendari ini telah membuktikan bahwa semangat belajar dan mengajar bisa membawa perubahan besar, bahkan di luar negeri. Kini, ia mengabdikan diri untuk mengajar Bahasa Inggris di Kota Adana, Turki, melalui program Outgoing Global Teacher yang diselenggarakan oleh AIESEC in Unhas.

Iqbal, yang menyelesaikan pendidikan S1 di Universitas Haluoleo, Sulawesi Tenggara, dengan jurusan Ilmu Komputer, tidak berhenti hanya sampai di sana. Keinginannya untuk terus berkembang membuatnya melanjutkan studi ke jurusan Sastra Inggris. Pengalaman mengajar Bahasa Inggris di Kampung Inggris, Kediri, semakin memperdalam ketertarikannya dalam dunia pendidikan. Tak lama setelah itu, ia memutuskan untuk mengambil kesempatan menjadi pengajar di Turki, sebuah langkah yang membawa banyak tantangan dan pengalaman berharga.

Sebagai seorang pengajar asal Indonesia yang pertama kali mengajar di sekolah tersebut, Kak Iqbal mengungkapkan banyak kejutan yang ia alami di Turki, baik dari sistem pendidikan hingga interaksi dengan murid dan masyarakat. Salah satunya adalah pembagian waktu belajar yang unik di Turki, di mana setiap kelas terdiri dari 40 menit sesi pembelajaran yang kemudian diselingi dengan sesi istirahat selama 10 menit. “Sistem waktu ini membuat baik pengajar maupun siswa memiliki kesempatan untuk beristirahat sejenak, sebelum melanjutkan ke sesi berikutnya. Ternyata, sistem ini juga diterapkan di negara-negara Eropa lainnya, seperti Finlandia,” ujar Iqbal.

Namun, tantangan tak berhenti di situ. Mengajar dari pagi hingga malam hari, dari pukul 09.00 pagi hingga 20.40 malam, membuat Iqbal harus menyiapkan materi baru setiap harinya. Ia juga mengajar berbagai level kelas, mulai dari Kids Class hingga Adult and Old Class, yang membuatnya harus beradaptasi cepat dengan karakter dan kebutuhan masing-masing murid. “Setiap kelas memiliki dinamika yang berbeda. Dari anak-anak yang penuh semangat, hingga orang dewasa yang lebih serius,” ujarnya.

Di awal kegiatan mengajar, Iqbal sempat dihadapkan dengan tantangan besar, terutama dalam hal penerimaan dirinya sebagai pengajar dari Asia. "Mungkin mereka heran kenapa bisa ada orang dari Asia, khususnya Indonesia, yang mengajar Bahasa Inggris di Turki," ungkapnya. Namun, berkat pengalamannya yang luas, dia mampu menunjukkan kualitas pengajaran yang mumpuni, dan hubungan baik pun terjalin dengan para siswa dan kolega.

Selain tantangan profesional, Iqbal juga merasakan manfaat unik sebagai pendatang dari luar negeri. “Meskipun saya belum fasih berbahasa Turki, saya bisa berkomunikasi menggunakan bahasa tubuh dan alat penerjemah. Ada juga momen menyenangkan, seperti mendapat diskon belanja karena mereka tahu saya berasal dari Indonesia,” cerita Iqbal sambil tersenyum.

Di Turki sendiri, meskipun bahasa Turki tidak menjadi kewajiban dalam pekerjaan sehari-hari, Iqbal tetap menjadikan kesempatan ini untuk belajar lebih banyak tentang kebudayaan setempat, berinteraksi dengan penduduk lokal, dan semakin memperdalam pemahaman tentang pendidikan global.

Perjalanan Iqbal di Turki adalah contoh nyata bagaimana semangat berbagi pengetahuan dan pengalaman tidak mengenal batasan geografis. Dari Kampung Inggris di Kediri hingga sekolah di Adana, Turki, ia terus membuktikan bahwa pendidikan adalah jembatan yang menghubungkan berbagai budaya, serta memperkuat semangat global untuk saling berbagi dan belajar.

Dengan tekad yang kuat dan semangat untuk terus berkontribusi, Iqbal menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga memperkaya pengalaman antarbudaya, membangun koneksi global, dan memberikan kontribusi positif bagi masa depan yang lebih terbuka dan saling menghargai.

Outgoing Global Teacher (oGTe) merupakan salah satu program yang disediakan oleh AIESEC in UNHAS untuk memberikan kesempatan bagi para fresh graduate di area Sulawesi Selatan dan sekitarnya untuk mendapatkan kesempatan pengalaman professional melalui magang maupun mengajar di luar negeri. Melalui AIESEC in UNHAS, para peserta akan didampingi untuk mendapatkan kesempatan magang dan mengajar terbaik dari mulai keberangkatan sampai kepulangan ke negara asal. 

 

Topik
kendari anak indonesia bahasa inggris turki kota putih