Cara Mudah Membuat Bisnis yang Berdampak Besar dan Berkelanjutan
Kreen bersama dengan Karyanoesantara.id kembali mengadakan webinar UMKM Talks 45 secara daring mengenai sociopreneur: sosialis atau kapitalis pada Jum’at siang (4/3/2022). Webinar dipandu oleh moderator yaitu kak Cinthya Lorene dan dilengkapi oleh beberapa pemateri yaitu kak Muhammad Pringga selaku founder Yayasan Pemuda Peduli serta pemateri lainnya yaitu kak Aditya Dedi selaku Managing Partner Digimedia Teknologi (imooji).
Secara konsep, sociopreneur merupakan sebuah keseimbangan dari bidang bisnis dan sosial. Jika dalam bisnis berorientasi keuntungan dan sosial berorientasi pada impact, sociopreneur tidak hanya berfokus pada keuntungan semata tetapi juga memberi dampak positif bagi masyarakat. Sociopreneur juga biasa dikenal sebagai balancer.
Keberlanjutan (sustainability) bagi seorang sociopreneur pada sejatinya merupakan sebuah keharusan. Hal ini bisa diwujudkan mulai dari mimpi lalu dilakukan dengan perencanaan yang baik.
“Ingat seperti yang sudah dijelaskan seorang sociopreneur itu harus seimbang, melakukan hal ini tentu gak mudah. jangan sampai hitungan dua atau tiga bulan kita baru memulai tetapi sudah menyerah,” ujar kak Pringga.
Kak Aditya juga menambahkan bahwa seorang sociopreneur tidak hanya pantang menyerah, tetapi ada satu karakteristik khas yaitu sifatnya yang kolaboratif dan peka terhadap isu-isu di sekitarnya. Mereka peduli terhadap lingkungan dan aktif dalam berbagi ilmu yang dimilikinya, oleh karena itu tak sedikit para sociopreneur ini aktif juga dalam berbagai komunitas.
Cara memulai yang paling ampuh adalah dengan melihat Sustainable Development Goals (SDGs). Dalam penetapannya terdapat 17 poin dalam menciptakan kelayakan bagi manusia dalam kehidupannya.
“Kita bisa melihat dari poin tersebut mana yang paling relate dengan sekitar dan mana yang paling memungkinkan kita untuk berkontribusi, tetapi tetap harus disesuaikan dengan kapasitas kita,” tambah kak Pringga.
Jika ingin memulai sebuah bisnis, tentu riset merupakan hal yang paling penting. Perlu seorang sociopreneur peka terhadap setiap masalah sosial yang terjadi.
“Misalnya kita melihat selama pandemi, tingkat pengangguran meningkat, mungkin dari permasalahan tersebut kita bisa membuat usaha yang mempromosikan loker dan sejenisnya.” Jelas kak Pringga.
Kak Aditya menambhakan juga beberapa tips bagi seorang sociopreneur jika ingin membangun sebuah bisnis, yaitu dengan membuat model bisnis, transparansi dan mampu memanfaatkan platform digital.
Sesi selanjutnya, pak Danny selaku Account Manager dari Karya Noesantara memperkenalkan KARTARA. Lalu, dilanjutkan dengan sesi panelist discussion dan lucky draw.
Baca Juga
myBCA Indonesia Comic Con x Indonesia Anime Con 2025 Siap Digelar di Jakarta, Wujudkan Kolaborasi Dunia Pop Culture
FLEI BUSINESS SHOW 2024 : Platform peluang bisnis dan Waralaba di tengah Target pertumbuhan ekonomi 8%