Terkini
NPC Indonesia Sambut Positif Kehadiran Kategori Disabilitas di Kapolri Cup 2026 Indonesia Raih 16 Medali di World Para Athletics Grand Prix 2026 Road to the Crown Dimulai! Miss Universe 2026 Resmi Umumkan Jadwal Final dan Rangkaian Agenda Utama Supramodel of the Year Miss Supranational 2026, Deretan Finalis Favorit Tampil Memukau Optik Melawai Vision Run 2026: Ajang Lari yang Mengajak Pelari Menatap Finish Line Lebih Jelas Kathrine Switzer: Wanita yang Mengubah Sejarah Lari Dunia Ksatria Fest 3.0 Satukan Tradisi dan Kreativitas Lewat Konsep TradiPop, Dukungan Publik Bersama Kreen Indonesia Voting Digital Terpercaya Grand Final Model Wisata Indonesia 2026 Angkat Talenta Muda Promosikan Pariwisata Nusantara, Voting Juara Favorit Didukung Kreen Indonesia NPC Indonesia Sambut Positif Kehadiran Kategori Disabilitas di Kapolri Cup 2026 Indonesia Raih 16 Medali di World Para Athletics Grand Prix 2026 Road to the Crown Dimulai! Miss Universe 2026 Resmi Umumkan Jadwal Final dan Rangkaian Agenda Utama Supramodel of the Year Miss Supranational 2026, Deretan Finalis Favorit Tampil Memukau Optik Melawai Vision Run 2026: Ajang Lari yang Mengajak Pelari Menatap Finish Line Lebih Jelas Kathrine Switzer: Wanita yang Mengubah Sejarah Lari Dunia Ksatria Fest 3.0 Satukan Tradisi dan Kreativitas Lewat Konsep TradiPop, Dukungan Publik Bersama Kreen Indonesia Voting Digital Terpercaya Grand Final Model Wisata Indonesia 2026 Angkat Talenta Muda Promosikan Pariwisata Nusantara, Voting Juara Favorit Didukung Kreen Indonesia
Kreen Media
Attractions

Ada Berbagai Macam Suku: Ini 5 Tradisi Setiap Suku di Sulawesi Tenggara yang Harus Kamu Tahu!

K
Kreen Media
24 January 2022 1 menit baca
Ada Berbagai Macam Suku: Ini 5 Tradisi Setiap Suku di Sulawesi Tenggara yang Harus Kamu Tahu!

Indonesia memiliki banyak suku di setiap daerahnya, tidak terkecuali di Sulawesi Tenggara yang menjadi rumah bagi berbagai macam suku, seperti Suku Mekongga, Suku Tolaki, Suku Muna, Suku Wawonii, Suku Wakatobi, Suku Cia-Cia, Suku Muna, dan Suku Wolio. Dari semua suku tersebut, terdapat tradisi turun menurun dan masih dilakukan sampai saat ini.

Apa saja tradisi di setiap sukunya? Yuk, kita bahas dalam artikel ini.

  1. Tradisi Mosehe Wonua (Suku Mekongga dan Suku Tolaki)

Tradisi Mosehe Wonua adalah tradisi yang dilakukan oleh Suku Mekongga dan Suku Tolaki. Dalam bahasa Tolaki, Mosehe memiliki arti melakukan sesuatu yang suci. Tradisi ini dilaksanakan secara besar-besaran dan sakral, tidak hanya seluruh utusan dari daerah masing-masing yang datang mewakili, bahkan pemerintah sipil maupun militer juga turut hadir dalam prosesi tradisi Mosehe Wonua.

C:\\Users\\abraham\\Downloads\\mosehe.png

Tradisi Mosehe Wonua identik dengan ritual pensucian kampung yang sudah dilakukan sejak abad ke-13 atau saat Kerajaan Mekongga Tolaki masih Berjaya, dan sekarang tradisi ini pun masih terus diadakan secara rutin untuk menolak bala dan menyucikan negeri dari hal-hal yang merugikan semua orang, serta menjadi salah satu agenda besar pemerintah daerah.

  1. Tradisi Kasambu (Suku Muna)

Secara etimologi, kata kasambu (bahasa Muna) berasal dari kata sambu yang berarti suap, dan ka merupakan bentuk kata kerja, di mana jika digabungkan memiliki arti melakukan kegiatan menyuapi atau memberi makan kepada pasangan suami-istri pada kehamilan pertama. Tradisi ini dilakukan selama kehamilan anak pertama dengan maksud agar bayi yang dikandungnya lahir dengan mudah dan selamat, sehingga anak mendapatkan kebahagiaan hidup di kemudian hari.

Mengenal Kasambu, tradisi tujuh bulanan masyarakat Muna

Tradisi Kasambu dipimpin oleh seorang sando (dukun beranak) yang mengetahui seluk-beluk tradisi ini, dan dibantu oleh modhi (imam) yang akan membacakan doa-doa dalam kegiatan tradisi ini. biasanya, tradisi Kasambu dilakukan pada usia kandungan antara 6 – 8 bulan. Di mana, seorang ibu muda akan diberi petuah-petuah bagaimana menjadi seorang ibu yang baik dan apa yang tidak boleh dilakukan oleh seorang suami selama istrinya mengandung.

  1. Tradisi Kansoda’a (Suku Wakatobi)

Suku Wakatobi memiliki tradisi yang menjadi simbol kebanggaan mereka ketika mempunyai anak perempuan yang beranjak dewasa, tradisi tersebut adalah tradisi Kansoda’a. Tradisi ini biasanya dilakukan setahun sekali setelah Hari Raya Lebaran dan sekali dalam seumur hidup. Tujuan dari tradisi adalah para orang tua ingin menunjukkan anak perempuan kebanggaan mereka yang sudah bertumbuh dengan baik.

Mengenal Kota Wangi-Wangi Kabupaten Wakatobi - Sering Jalan

Prosesi tradisi Kansoda’a, di awali dengan anak perempuan yang akan didandani dan mengenakan pakaian adat lengkap dengan aksesoris berwarna cerah yang didominasi oleh warna emas. Kepala mereka pun juga dihiasi mahkota dari bunga dan bulu burung. Selama prosesi berlangsung, anak perempuan akan ditandu dan diarak keliling kampung.

  1.  Tradisi Mompakawi  (Suku Wawonii)

Suku Wawonii memiliki perkawinan adat yang disebut dengan mompakawi. Dalam tata cara pelaksanaan perkawinan adat ini, tergantung dari penyebab yang melatarbelakangi sebuah perkawinan, mulai dari proses pelaksanaan pelamaran hingga proses perkawinan.

Pakaian Adat Sulawesi Tenggara - Ciri khas dan Jenis-Jenis

Dan pada umumnya Suku Wawonii menjadikan pohon kelapa sebagai mahar dalam perkawinan adat mereka. Di mana, semakin tinggi status sosial wanita tersebut, maka semakin banyak pula pohon kelapa yang harus dipenuhi sebagai mahar. Pohon kelapa dalam Suku Wawonii memiliki makna simbolis, yakni kesejahteraan, kesuburan, dan kekayaan.

  1. Tradisi Kande-Kandea (Suku Cia-Cia, Suku Muna, dan Suku Wolio)

Tradisi Kande-Kandea merupakan tradisi makan bersama yang melibatkan unsur hiburan dan ritual, serta terdapat interaksi sosial, politik, dan budaya di dalamnya. Tradisi ini secara rutin dilaksanakan oleh tiga suku di Sulawesi Tenggara, yaitu Suku Cia-Cia  yang menyebut tradisi ini dengan maataa, Suku Muna menyebutnya kafoma-foma’a, dan Suku Wolio menyebutnya dengan peka kande-kandea.

Pakande-Kandea Baubau, Tradisi Penyambutan Tamu dan Ajang Cari Jodoh |  kumparan.com

Pada zaman dahulu, tradisi pekande-kandea adalah tradisi untuk menyambut pulangnya para laskar Kesultanan Buton dari medan perang. Di mana, para gadis akan bersiap dengan makanannya untuk menyuapkannya ke para anggota lascar yang lelah sebagai penghargaan atas perjuangan mereka di medan perang. Selain itu, tradisi ini juga merupakan acara pertemuan para remaja putra dan putri untuk saling pandang.

Itulah 5 tradisi di setiap suku yang ada di Sulawesi Tenggara. Dan tugas kita sekarang sebagai bangsa Indonesia, sudah tentu harus menjaga dan melestarikannya, agar tradisi-tradisi tersebut tidak hanya meninggalkan sebuah nama saja.

Source:

kumparan.com

goodminds.id

seringjalan.com

antaranews.com

disparsultra.id

Topik
Suku Sulawesi Tenggara Tradisi Suku Sulawesi Tenggara