5 Suku di Papua dengan Tradisi Uniknya
Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki keanekaragaman bahasa, budaya, dan adat yang sangat banyak dan unik. Salah satunya adalah Provinsi Papua, yang memiliki keunikan di setiap sukunya, baik itu perbedaan bahasa dan adat istiadatnya.
Di sini, penulis akan berbagi informasi mengenai 5 suku di Papua yang ternyata memiliki tradisi yang unik dan juga tentunya sangat menarik. Apa aja suku dan tradisinya?
- Suku Dani
Suku Dani adalah salah satu suku yang menghuni Lembah Baliem di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua. Suku ini pun dikenal dengan prianya yang mengenakan koteka, yaitu rok rumbai yang menutupi bagian bawah tubuh.
Suku Dani memiliki tradisi unik, yaitu memotong jari, atau disebut dengan Iki Palek. Tradisi ini dilakukan sebagai bentuk kesedihan dan untuk menunjukkan rasa kehilangan yang mendalam bagi anggota keluarga yang baru meninggal.
Lalu, terdapat tradisi membakar batu atau disebut dengan Barapen, yang dilakukan dengan cara seperti zaman prubakala, yaitu menggosok batu hingga panas. Biasanya, tradisi ini dilakukan untuk menyambut pernikahan, kelahiran bayi, maupun menang dalam peperangan.
- Suku Biak
Suku Biak merupakan salah satu suku dari ratusan suku di Provinsi Papua, tepatnya di Kabupaten Biak Numfor. Suku ini dikenal sebagai suku penjelajah lautannya Papua.
Suku ini memiliki dua jenis tradisi lamaran dalam prosesi pernikahan, yaitu Sanapen, di mana Suku Biak sering kali menjodohkan anak-anaknya yang masih di bawah umur, dan Fakfuken, di mana calon perempuan harus bertemu dengan calon prianya setelah berumur di atas 15 tahun.
- Suku Kamoro
Suku Kamoro adalah salah satu dari 255 suku yang ada di Papua, yang mendiami wilayah pesisir Kabupaten Mimika. Suku ini dikenal sebagai suku yang memiliki keterampilan dalam seni ukir.
Papua, sebagai provinsi yang memiliki beragam adat dan seni, termasuk alat musik tradisional, seperti Tifa atau gendang. Suku ini ternyata memiliki tradisi yang sangat unik dan menarik, di mana bahan untuk membuat alat musik tradisional ini adalah darah manusia. Darah manusia digunakan untuk menempelkan kulit Tifa yang terbuat dari kulit biawak ke ujung gendang kayu. Biasanya, Suku Kamoro menggunakan silet untuk membuat luka dip aha mereka.
- Suku Korowai
Suku Korowai merupakan suku terasing di Papua, yang tinggal di pedalaman hutan, tepatnya di Kabupaten Mappi.
Suku ini dijuluki sebagai manusia pohon. Julukan tersebut disematkan, karena suku Korowai akan membangun rumah tempatnya tinggal, di atas pohon dengan ketinggian hingga 50 meter. Rumah pohon tersebut dibangun, agar terhindar dari binatang buas dan juga gangguan roh jahat, atau disebut dengan Laleo, yang berarti iblis yang jahat.
Tradisi unik lainnya dari suku ini adalah Suku Korowai memiliki ritual memakan daging manusia yang melanggar aturan mereka, seperti seorang penyihir atau disebut dengan Khuakhua. Hal ini dilakukan sebagai bentuk hukuman bagi mereka yang melakukan perbuatan terlarang atau kejahatan.
- Suku Muyu
Suku Muyu adalah salah satu suku pedalaman di Papua, yang mendiami daerah sekitar Sungai Muyu, Kabupaten Boven Digoel. Suku ini dianggap sebagai suku pendalaman yang paling pintar.
Suku ini masih mempertahankan tradisi sistem barter, di mana alat tukar mereka, yaitu kulit kerang yang disebut dengan Ot, dan gigi anjing yang disebut dengan Mindit.
Dengan bertukar barang, antara penjual-pembeli akan menjalin hubungan lebih dari rasa saling percaya. Hubungan inilah yang kemudian menjadikan mereka begitu erat satu dengan yang lain.
Masyarakat suku ini pun menyebut diri mereka dengan nama Kati, yang memiliki makna sesungguhnya.
Itulah 5 suku di Papua dengan tradisi uniknya, yang bisa membuat kita tercengang, namun juga sangat bangga, bukankah begitu?
Source:
beritapapua.id
goodnewsfromindonesia.id
travel.detik.com
riau24.com
wearweird.com
boombastis.com