5 Fakta Menarik Tentang Bima: Pernah Jadi Kerajaan Berpengaruh di Indonesia
Kota Bima merupakan daerah yang terletak di ujung timur Pulau Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Bima merupakan nama leluhur raja-raja Bima pertama. Sekitar abad 17-19, Bima menjadi kerajaan terpenting di Pulau Sumbawa sekaligus di kawasan Sunda Kecil.
Masyarakat setempat masih menjaga warisan leluhur dan menjadi cerminan keteguhan masyarakatnya. Apa lagi yang menarik dari Bima? Berikut lima di antaranya, check these out!
1. Penutup Kepala Khas Perempuan Bima

Sumber: alif.id
Pengaruh Islam yang dibawa oleh orang Melayu di tanah Bima, banyak memberi beberapa pengaruh salah satunya ialah adanya model busana Rimpu yang dikenakan oleh perempuan Bima.
Rimpu adalah busana perempuan Bima untuk menutup aurat, terdapat dua jenis Rimpu, Rimpu Colo, yaitu sarung khas atau Tembe Nggoli yang dilingkari menjadi penutup kepala saja tanpa menutup wajah perempuan, sebagai tanda bahwa sang perempuan telah diperistrikan oleh sang lelaki.
2. Tradisi Tenun Berusia Ratusan Tahun

Sumber: antaranews.com
Bima memiliki sentra kerajinan tenun sejak Kerajaan Bima berdiri, yakni pada abad ke-17. Pusatnya berada di kawasan Rabadompu. Kain tenun yang disebut Tembe Nggoli, biasanya dijadikan sarung yang berwarna cerah dengan motif khas.
Tembe Nggoli memiliki beberapa keistimewaan, seperti bahannya halus, tidak mudah sobek, dan dapat menghangatkan tubuh. Proses pembuatan selembar sarung bisa mencapai 20 hari.
3. Penghasil Bawang Merah Terbaik di Indonesia Timur

Sumber: esquire.co.id
Bima ternyata menjadi salah satu daerah penghasil bawang merah terbaik di wilayah timur Indonesia. Penanaman bawang merah di Bima dapat dilakukan sepanjang tahun, tanpa memandang musim.
Sedangkan, di daerah lain harus memerhatikan musim. Jika musim hujan, bawang merah tidak bisa ditanam. Maka, tak heran bila produksi bawang merah di Bima melimpah.
4. Balap Kuda atau Pacoa Jara

Sumber: liputan6.com
Keunikan Bima lainnya, yaitu balap kuda atau Pacoa Jara yang digelar setiap minggu pagi. Tempat pacuan kuda yang terkenal adalah di Arena Pacuan Kuda Panda. Umumnya, lomba digelar setiap Agustus dan melibatkan ratusan kuda pilihan dari setiap pelosok Pulau Sumba. Lomba semakin meriah karena setiap kuda memiliki penggemar.
5. Masjid Terapung di Atas Laut

Sumber: visionerbima.com
Masjid terapung Bima atau Masjid Terapung Amahami merupakan masjid yang berada di atas laut di Pantai Amahami, Kota Bima. Tepatnya berada di Jl. Sultan Muhamad Salahuddin, Belo, Kota Bima, provinsi Nusa Tenggara Barat.
Masjid Apung Amahami adalah sebuah karya arsitektur eksplorasi elaborasi lokalitas, tropikalitas, dan nilai-nilai agama. Ide arsitektur masjid apung muncul dari Wali Kota Bima yang kemudian dikembangkan sebagai ikon selamat datang ke kota tersebut.
Menarik sekali kan #SobatDestination? Yuk ikut jalan-jalan online bersama kami pada Rabu, 23 Februari 2022. GRATIS! Ada doorprize juga loh.

Kamu bisa daftar di aplikasi KREEN, atau klik link di bawah ya.
https://kreen.id/event/kreen-destination-series-bima2022
Sumber:
alif.id
antaranews.com
esquire.co.id
liputan6.com
visionerbima.com